Papa....
Orang yang sebenarnya sangat berjasa dalam hidup kita tapi jarang disebut-sebut jasa nya. Sebagian orang selalu menganggap bahwa mama/ibu/bunda lah yang paling berjasa karena telah melahirkan, merawat, membesarkan dan mendidik kita dari mulai di dalam kandungan hingga kita lahir ke dunia, bahkan sampai kita dewasa. Tapi kita lupa bahwa kita selama ini bisa makan, minum, bersekolah, bermain dan lain-lain nya karena ditunjang oleh finansial yang diberikan oleh papa/ayah/bapak (walaupun sebagian diluaran sana ada beberapa orang yang memang benar-benar dibesarkan dalam keluarga yang tidak utuh, dan tinggal dengan mama nya sebagai single parent, tapi disini saya bercerita menurut versi lengkap nya sebuah keluarga 😊)
Agak rancu memang kalau menganggap papa berjasa hanya dari segi finansial nya, tapi itu hanya sebagian kecilnya saja bahwa papa memang berjasa, ada hal-hal lain yang mungkin sepele menurut kita tapi sebenarnya makna nya sangat dalam dan berarti untuk kita, hanya saja kita tidak menyadari nya.
Bukan saya menyalahkan atau tidak suka dengan orang-orang yang selalu menyebut-nyebut mama berjasa dalam hidup kita, karena pada dasarnya saya juga seorang ibu dari satu putra, dan saya sanggup melakukan apapun itu demi kebahagiaan anak saya, sama seperti mama-mama di luaran sana 😊
Tulisan saya ini semata-mata karena edisi saya lagi melow yang tiba-tiba inget dan kangen sama alm. Papa yang sudah berpulang menghadap allah swt 11 tahun yang lalu 😌😌
Saat itu papa meninggalkan saya di umur saya yang baru 15 tahun, mungkin sudah cukup besar untuk sebagian orang tapi menurut saya pribadi saya belum siap untuk menerima kenyataan bahwa papa harus meninggalkan saya saat itu, di mana saya masih punya banyak mimpi-mimpi untuk diwujudkan dan salah satu nya saya harus sukses supaya kelak bisa memberangkatkan orang tua saya pergi haji. Tapi allah berkehendak lain, dan allah lebih sayang sama papa.
Dan tentu nya sudah bisa kalian tebak sendiri, setelah kepergian papa, saya baru menyadari perhatian-perhatian "kecil" nya dulu yang menurut saya biasa saja ternyata sekarang sangat saya rindukan dan teramat berharga untuk saya. Memang benar pepatah bilang kita baru akan merasakan penyesalan kalau kita sudah benar-benar kehilangan orang tersebut 😭
Saya memang tidak hidup dalam keluarga yang kaya raya, yang tiap tahun selalu jalan-jalan ke luar negeri, tapi alm. Papa tidak pernah membiarkan anak-anaknya (khususnya saya, karena saya yang paling kecil dikeluarga) kekurangan sedikitpun, bahkan disaat sakitnya pun papa tetap semangat bekerja demi mencukupi kebutuhan kami sekeluarga, dan jujur saat itu saya tidak pernah melihat pengorbanan nya, saya hanya melihat memang sudah seharusnya kan papa bekerja mencari nafkah untuk kami anak-anaknya??
Dan sekarang.... kalau mengingat itu semua saya benar-benar merasa jadi anak yang durhaka dan jahat, penyesalan ini terus menerus menghantui saya, sekarang disaat saat mempunyai sedikit materi berlebih yang bisa saya pakai setidaknya untuk membelikan entah itu kemeja atau sepatu kepada papa, papa sudah tidak ada disamping saya, hanya doa yang bisa saya hadiahkan untuknya kini 👼👼 ahh.... ingin rasanya kembali ke masa-masa kecilku dulu, masa dimana saya selalu dimanja dan tidak perlu repot-repot dengan urusan-urusan orang dewasa, tapi hidup terus berputar dan kita harus menjalani nya dengan suka cita.😊
Mungkin tulisan saya ini tidak bermanfaat untuk kalian, tapi bagi saya tulisan saya ini (yang masih jauh dari kata sempurna) sangat berarti, bukan saya lebay atau terlalu drama dalam mendeskripsikan perasaan saya ini tapi yaa gapapalah yaa lebay-lebay dikit, maafkan ya 😄✌
Intinya sih syukuri lah apa yang kalian punya saat ini karena disaat nanti waktunya tiba kita kehilangan orang-orang yang kita sayang, sungguh akan sangat memilukan dan penyesalan pun akan datang.
Jumat, 29 Januari 2016
Surat Untuk Papa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar